Showing posts with label Skill With People. Show all posts
Showing posts with label Skill With People. Show all posts

Ubah Cara Bicara pada Pasangan

0 comments
Pria dan wanita memang berbeda cara berpikirnya. Beda pendapat memang biasa, namun terlalu sering atau malah berubah jadi pertengkaran juga tak baik. Untuk mengupayakan hubungan yang lebih harmonis tentunya harus ada komitmen dan usaha. Nah, boleh dong dimulai dengan Anda, para wanita/pria yang bijaksana. Upayakan mengganti kalimat yang cenderung bias ketika keluar dalam keadaan emosi, dengan kalimat yang lebih manis nan konstruktif.


Ini contohnya:

Hindari: "Kamu tak pernah membantu di rumah!"
Ganti dengan: "Alangkah indahnya kalau kamu bisa membuang sampah-sampah ke tempat sampah di depan rumah sebelum jam 8 nanti. Mau yaa"
Alasannya: Jangan beranggapan bahwa pasangan Anda bisa membaca pikiran Anda. Lebih baik berikan permintaan yang spesifik daripada "menyerang" bombardir secara personal.

Hindari: "Aku nggak tahan kalau kamu ngomong teriak-teriak!"
Ganti dengan: "Saya pengen banget mendengar apa yang mau kamu sampaikan. Tapi tolong donk intonasi suaranya diturunkan supaya saya bisa mengerti."
Alasannya: Memahami perspektif pasangan membuat ia merasa didengarkan, dan bisa membuat keadaan lebih damai. Dengan mengeluarkan apa yang Anda inginkan, akan ada jalan untuk memperbaiki tingkah laku.

Hindari: "Kamu telat lagi! Sama seperti saat perayaan ulang tahun pernikahan kita!"
Ganti dengan: "Saat menunggu kamu datang tadi aku agak merasa frustrasi dan kesal. Boleh tahu nggak, apa yang membuatmu terlambat tadi?"
Alasannya: Dengan memberinya kesempatan untuk menceritakan alasan keterlambatannya, Anda bersikap adil. Ketika Anda mengungkit-ungkit kejadian yang sudah lampau itu bukan lagi membicarakan masalahnya, tapi merupakan tanda bahwa Anda masih belum melupakan masa lalu.

Hindari: "Saya nggak pernah bilang begitu!"
Ganti dengan: "Saya nggak ingat pernah bicara seperti itu. Saya tahu ketika sedang emosi atau marah, kata-kata nggak enak didengar sering keluar tanpa sadar. Jika memang benar saya pernah bicara seperti itu, saya minta maaf yaa."
Alasannya: Daripada mengelak dari tuduhan pasangan Anda, coba menempatkan diri dalam posisi yang sama dengan Si Dia untuk mencari kebenaran dalam pernyataannya (meskipun hal ini tidak mudah, dibutuhkan kebijaksanaan untuk melakukannya).

Hindari: "Kamu nggak pernah mendengarkan aku!"
Ganti dengan: "Ada yang ingin saya bicarakan dengan kamu. Apakah ini waktu yang baik untuk kita bicara?"
Alasannya: Ketika Anda mengatakan "Kamu nggak pernah" atau "Kamu selalu", hal ini justru memberi cap kepada Si Dia. Sebaiknya fokus kepada peristiwa yang sedang dihadapi.

Bila anda belum menerapkannya, cobalah ... :)



Sumber : bahagia.us

Jangan pernah lelah memotivasi "dia"

0 comments
Sebenarnya tugas utama kita adalah :

membentuk "dia" menjadi sebuah pribadi yg mantap,
menjadikan "dia" pribadi yg menjunjung tinggi kejujuran dan kebenaran
menjadikan "dia" pribadi yg berjaya, pribadi yg sukses, pribadi yg rendah hati,
menjadikan "dia" pribadi yg senantiasa bersyukur dan ikhlas, pribadi yg sabar dan tawakal
membentuk "dia" menjadi pribadi yg bahagia dan sejahtera di dunia dan akherat.

Pastikan kita tidak pernah lelah untuk memotivasi "dia"
sehingga "dia" memiliki kemauan dan kesungguhan yg tinggi
untuk bekerja dan belajar dengan keras terhadap segala hal yg positif.

Pastikan kita tidak pernah lelah untuk memotivasi "dia"
sehingga "dia" menjadi semakin bermanfaat bagi orang-orang di sekitarnya,
"dia" menjadi semakin bermanfaat bagi orang banyak,
demi kebaikan "dia" sendiri

Sesungguhnya "dia" adalah "anda".

Jangan pernah lelah memotivasi "dia".
Sekali lagi, jangan pernah lelah memotivasi "dia".
Karena "dia" adalah diri "anda" sendiri

Apa pun keadaannya ... apa pun kondisinya ...
Jangan pernah menyerah memotivasi "dia".

Jangan pernah lelah memotivasi "dia".



sumber : Supiani Indragung, Jogjakarta