Aku yang PELUPA

2 comments
PELUPA [ Lalian ; bahasa jawa ]

Beberapa hari yang lalu saya membaca beberapa artikel disalah satu situs internet yang membahas mengenai penyakit mematikan. Penyakit ini sangat menghantui saya setiap hari, karena sudah menjadi kebiasaan yang menyatu dalam diri saya. Penyakit yang dimaksud adalah LUPA. saya tertarik membaca tips tersebut karena jujur, memang saya adalah orang yang mudah lupa. Dan parahnya, Saya baru menyadari beberapa bulan belakangan ini. Dulunya sudah menjadi karakter tersendiri. Rekan dan teman - teman Saya sudah tahu dan paham bahwa saya adalah tipikal orang seperti apa. ya .. jawabannya adalah Saya orang yang mudah LUPA.

Setelah saya baca, masalah yang diangkat mirip sekali dengan yang saya alami. hanya saja tips yang disajikan kurang mengena bagi saya. karena sebagian besar mereka mengatakan bahwa "jika kita mudah lupa, maka kita harus mencatatnya kedalam suatu media atau alat untuk membantu mengingatkan kita". Media yang dimaksud bisa berupa notes, agenda, memo, reminder atau sejenisnya. Tips ini, bagi beberapa kalangan mungkin bisa berhasil, tapi tidak bagi saya. karena saya sudah mencobanya, dan itu tidak bekerja dengan baik. walaupun satu atau dua kali it woks, tapi beberapa hari kemudian kebal lagi.


Merancang Poster Event

1 comments
Poster adalah semua bentuk media cetak berukuran besar yang di pasang tembok atau permukaan sejenis. Umumnya poster terdiri dari teks dan elemen visual, selain itu ada juga poster yang berisi seluruhnya teks atau seluruhnya visual. Poster dirancang untuk menarik perhatian sekaligus menyampaikan informasi. Berikut penjelasan dan tips merancang sebuah poster.



Facebook Emoticons

0 comments
Hello ... Pengen chat di FaceBook Chat dengan Emoticons ?
Nah, berikut ini adalah emoticons di Facebook yang bisa kamu gunakan saat chat. Apabila kamu sering chat di facebook dan suka menggunakan smiley, lihat aja kode - kode dibawah ini 

Ubah Cara Bicara pada Pasangan

0 comments
Pria dan wanita memang berbeda cara berpikirnya. Beda pendapat memang biasa, namun terlalu sering atau malah berubah jadi pertengkaran juga tak baik. Untuk mengupayakan hubungan yang lebih harmonis tentunya harus ada komitmen dan usaha. Nah, boleh dong dimulai dengan Anda, para wanita/pria yang bijaksana. Upayakan mengganti kalimat yang cenderung bias ketika keluar dalam keadaan emosi, dengan kalimat yang lebih manis nan konstruktif.


Ini contohnya:

Hindari: "Kamu tak pernah membantu di rumah!"
Ganti dengan: "Alangkah indahnya kalau kamu bisa membuang sampah-sampah ke tempat sampah di depan rumah sebelum jam 8 nanti. Mau yaa"
Alasannya: Jangan beranggapan bahwa pasangan Anda bisa membaca pikiran Anda. Lebih baik berikan permintaan yang spesifik daripada "menyerang" bombardir secara personal.

Hindari: "Aku nggak tahan kalau kamu ngomong teriak-teriak!"
Ganti dengan: "Saya pengen banget mendengar apa yang mau kamu sampaikan. Tapi tolong donk intonasi suaranya diturunkan supaya saya bisa mengerti."
Alasannya: Memahami perspektif pasangan membuat ia merasa didengarkan, dan bisa membuat keadaan lebih damai. Dengan mengeluarkan apa yang Anda inginkan, akan ada jalan untuk memperbaiki tingkah laku.

Hindari: "Kamu telat lagi! Sama seperti saat perayaan ulang tahun pernikahan kita!"
Ganti dengan: "Saat menunggu kamu datang tadi aku agak merasa frustrasi dan kesal. Boleh tahu nggak, apa yang membuatmu terlambat tadi?"
Alasannya: Dengan memberinya kesempatan untuk menceritakan alasan keterlambatannya, Anda bersikap adil. Ketika Anda mengungkit-ungkit kejadian yang sudah lampau itu bukan lagi membicarakan masalahnya, tapi merupakan tanda bahwa Anda masih belum melupakan masa lalu.

Hindari: "Saya nggak pernah bilang begitu!"
Ganti dengan: "Saya nggak ingat pernah bicara seperti itu. Saya tahu ketika sedang emosi atau marah, kata-kata nggak enak didengar sering keluar tanpa sadar. Jika memang benar saya pernah bicara seperti itu, saya minta maaf yaa."
Alasannya: Daripada mengelak dari tuduhan pasangan Anda, coba menempatkan diri dalam posisi yang sama dengan Si Dia untuk mencari kebenaran dalam pernyataannya (meskipun hal ini tidak mudah, dibutuhkan kebijaksanaan untuk melakukannya).

Hindari: "Kamu nggak pernah mendengarkan aku!"
Ganti dengan: "Ada yang ingin saya bicarakan dengan kamu. Apakah ini waktu yang baik untuk kita bicara?"
Alasannya: Ketika Anda mengatakan "Kamu nggak pernah" atau "Kamu selalu", hal ini justru memberi cap kepada Si Dia. Sebaiknya fokus kepada peristiwa yang sedang dihadapi.

Bila anda belum menerapkannya, cobalah ... :)



Sumber : bahagia.us

Jangan pernah lelah memotivasi "dia"

0 comments
Sebenarnya tugas utama kita adalah :

membentuk "dia" menjadi sebuah pribadi yg mantap,
menjadikan "dia" pribadi yg menjunjung tinggi kejujuran dan kebenaran
menjadikan "dia" pribadi yg berjaya, pribadi yg sukses, pribadi yg rendah hati,
menjadikan "dia" pribadi yg senantiasa bersyukur dan ikhlas, pribadi yg sabar dan tawakal
membentuk "dia" menjadi pribadi yg bahagia dan sejahtera di dunia dan akherat.

Pastikan kita tidak pernah lelah untuk memotivasi "dia"
sehingga "dia" memiliki kemauan dan kesungguhan yg tinggi
untuk bekerja dan belajar dengan keras terhadap segala hal yg positif.

Pastikan kita tidak pernah lelah untuk memotivasi "dia"
sehingga "dia" menjadi semakin bermanfaat bagi orang-orang di sekitarnya,
"dia" menjadi semakin bermanfaat bagi orang banyak,
demi kebaikan "dia" sendiri

Sesungguhnya "dia" adalah "anda".

Jangan pernah lelah memotivasi "dia".
Sekali lagi, jangan pernah lelah memotivasi "dia".
Karena "dia" adalah diri "anda" sendiri

Apa pun keadaannya ... apa pun kondisinya ...
Jangan pernah menyerah memotivasi "dia".

Jangan pernah lelah memotivasi "dia".



sumber : Supiani Indragung, Jogjakarta

Hitamku - Andra and The Backbone

0 comments

Masih Adakah Separuh Hatiku
Yang Ku Berikan Hanya Untukmu
Ku Harap Engkau Masih Menyimpannya
Jangan Kau Pernah Melupakannya

Reff 1:

Maafkan Kata Yang Tlah Terucap
Akan Kuhapus Jika Ku Mampu
Andai Ku Dapat Meyakinkanmu
Ku Hapus Sikapku

Masih Adakah Separuh Janjiku

Yang Kubisikkan Hanya Padamu
Ku Harap Engkau Masih Mengingatnya
Jangan Kau Pernah Melupakannya

Back to Ref 1 :

Andai Ku Dapat Memutar Waktu
Semuanya Takkan Terjadi

Reff 2 :

Maafkan Kata Yang Tlah Terucap
Akan Kuhapus Jika Ku Mampu
Andai Ku Dapat Meyakinkanmu
Ku Hapus Sikapku Untukmu
Simpan Separuh Hatiku
Ku Hapus Sikapku Untukmu
Simpan Separuh Janjiku
Ku Hapus Sikapku Untukmu
Simpan Separuh Hatiku

Simpan Separuh Janjiku
Simpan Separuh Hatiku
Simpan Separuh Janjiku